- Bermula dari sebuah Prasangka
Selasa, 29 Maret 2011
Buta Mata atau Buta Hati?
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 07.04 0 komentar
Rabu, 09 Februari 2011
Bodohnya saya, atau???
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 20.21 1 komentar
Selasa, 08 Februari 2011
Saya masih cinta padamu...
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 06.54 0 komentar
Minggu, 06 Februari 2011
Jika Aku sendiri dan Jatuh Cinta
Ketika Semua Manusia Meninggalkan saya dalam kesendirian, saya harus teringat bahwa Allah pernah Berkata,
"Wahai Hamba-Ku,
Kini Kau Tinggal Seorang Diri,
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat,
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu. Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
Hari Ini,….
Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku
Yang Akan Membuat Takjub Seisi Alam
Aku Akan Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".
"Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"
Firman Tuhan membuat saya lebih tersenyum dalam kesendirian, saya merasa terpukau pada setiap bait-bait bak syair seorang kekasih pada yang dicintanya.
Saya yakin, bahwa saya tidak boleh takut pada akhir, yakin pada proses, itulah yang membuat sebuah pendapat, berakhir motivasi, karena akhir tak ada yang buruk, akhir tak ada yang hina, yakin pada proses kehidupan sehingga setiap langkah tidak akan mengisakan penyesalan. Semua akan berbuah hikmah.
Teringat sajak seorang pujangga dalam meminta hati-nya selalu terjaga,
Ya Allah, jika aku jatuh cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatannya
untuk mencintaimu
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati
Izinkahlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu, dan jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu
Ya Allah, engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam mebela syariat-Mu
Kokokanlah Ya Allah ikatan ini atas ridho-Mu, kekalkanlah cinta ini, seperti kekalnya cintaku pada-Mu, tunjukilah jalan-jalan cahaya-Mu, penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar, lapanglanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin Ya Rabbal `Alamin
Berbaik sangka pada pencipta hati, itulah satu-satunya cara untuk memperoleh ketenangan lahir dan batin. Saya-pun sedang mempelajari bab itu, tidak mudah, tidak hanya cukup untuk dibaca, perlu dipahami dan diimplementasikan. Semoga saya dan kalian berhasil.
Maka, tetaplah bahagia wahai manusia yang merasa takut akan kesendirian, Substansinya, itu bukan musibah, tapi anugrah. Nikmati setiap terpaan yang menampar hati, karena dengan itu hati kita semakin kokoh, tersenyumlah dengan kepahitan, karena itu belum seberapa dengan pahitnya kehidupan didepan sana. Sekali lagi, sayapun sedang mempelajari itu, semoga saya lulus dalam bab ini.
Supernova, ~RuangRindu~
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 21.41 0 komentar
Jumat, 04 Februari 2011
Bertemu dan Berpisah, itulah Hidup sesaat
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 18.41 0 komentar
Aku Makin Cantik

Coba kau lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan kebetean seperti waktu-waktu yang lewat. tubuhku tidak lagi lesu karena keputusasaan dan kehilangan harapan.
Sungguh, aku makin cantik hari ini! mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan, bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan, pipiku merona merah oleh semangat pengharapan, urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan, semuanya menjadikan wajahku berseri-seri.
Sudah sehari aku banyak tersenyum, manyanyi, dan menari, menikmati hidup ini, dan tidak membiarkan permasalahan memengaruhi suasana hatiku. sudah sehari aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudaraku, sudah sehari aku berusaha berderma kepada mereka.
Aku mensyukuri setiap karunia Ilahi, kini, kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali.
Cantik yang tidak akan pernah hilang karena debu, polusi dan kosmetik… karena yang kurasa, cantik yang kunikmati kini adalah cantik ilahi…. mungkin engkau tak mampu melihatnya, tapi aku merasakannya….
Supernova, ~RuangRindu~
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 03.14 0 komentar
Menangislah

Diposting oleh Nova Fithra Sari di 02.49 0 komentar
Rabu, 02 Februari 2011
Padang Besar dengan semangat yang Besar
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 07.33 0 komentar
Sabtu, 29 Januari 2011
USAHA kah?

Diposting oleh Nova Fithra Sari di 05.49 0 komentar
Tuhan, Dimana jodoh saya?
hhhmmm, "Tuhan, dimana Jodoh saya?", mungkin itulah yang akan terlintas dalam pikiran kita para perempuan yang pekat perasaannya. dari 24 jam, kita hanya menghabiskan 2 jam untuk belajar dan sisanya memikirkan "dimana jodoh saya?". (Sama kah dengan yang kalian rasakan?) ^_^ Ketika sebuah rasa digembar gemborkan dalam sebuah pertengkaran antara adam dan hawa, baik yang sudah halal atau di"halal-halalkan" maka, 100% air mata menemani percekcokan itu. Tentunya, bukan pria yang meneteskan air mata, tapi si makhluk nan halus hatinya, kerap berdetak jantungnya ketika ia mengingat sang kekasih yang 0,001 persen berbeda dari biasanya, dan yang menghayalkan menjadi wanita satu-satunya yang akan dicintai seorang pria, menjadi istri yang dipuja-puja suaminya dan menjadi ibu yang tetap awet muda agar menjadi penguat pertahanan sebuah rumah tangga, bagi saya Kelak!!. Kembali, "Tuhan, dimana jodoh saya?". Entah saya yang bodoh menulis hal ini atau memang saya juga ikut bertanya, "Tuhan, dimana Jodoh saya?". Pernahkah membayangkan, Tuhan akan mengirimkan BBM atau SMS atau wall hanya untuk sekedar memberikan jawaban atas pertanyaan sebelumnya? Tidak semudah itu sepertinya, bukan berarti Tuhan menyulitkan. Yakinkan, bahwa Tuhan menginginkan kita sabar, ya...Sabar. "Inilah saya, apa adanya saya...", wahai pria, seberapa sering kalian mengungkapkan kata-kata itu pada wanita sebagai dalil yang sebenarnya kalian tidak ingin dipersulit sedikit saja, padahal harusnya kalian bisa duduk bersama memikirkan asa dan rasa hubungan kalian. ingat, itu hubungan kalian, bukan hubungan diri terhadap diri. atau "Kamu ga bisa ngertiin saya, kamu cuek, kamu keras kepala...", kali ini, coba saya belai sedikit para wanita untuk mengingat seberapa PD-nya kalian mengungkapkan kalimat diatas, padahal harusnya kalian bisa saja lebih dulu mengerti apa yang pria inginkan, beri pria perhatian dan ruang sebagai makhluk cuek. sekarang ada lagi... "Kamu harus dengar apa kata saya, saya ga suka kalau kamu berteman dengan dia..." wow... sebuah petunjuk bahwa pria mulai menggukan sifat kepemimpinannya, sayangnya kata "harus" tidak mencerminkan kepercayaan dan pemahaman atas "Manusia adalah makhluk sosial". "Kamu dimana, sama siapa, atau lagi apa, kok ga telp2 aku?" heheheh, hal inilah yang didominasi oleh kaum hawa, akui saja kalau wanita sering melakukan ini. hhhmmmm, ternyata serba salah... menjadi karakter yang cuek atau posesif akan berdampak tak indah pada hubungan, atau menginginkan dimengerti terus juga akan berakibat hubungan tidak timbal balik. Lantas apa yang harus dilakukan? Saya, disini bukan ingin menjadi penengah, saya menulis-pun bukan berdasarkan sumber yang omong kosong, saya berusaha meyakinkan diri saya bahwa pertanyaan itu tidak perlu lagi saya tanya pada Tuhan, itu sama saja saya tidak percaya pada janji Tuhan yaitu "Jodoh". kata-kata pria dan wanita diatas juga bukan sebuah kutipan sinetron Indonesia yang bisa di atur dengan sebuah skenario manusia, tapi saya yakin, diri saya, atau KAMU semua pernah melakukan itu. Saya tersadar, bahwa benar kata kakak saya "Kamu atau dia tidak bisa mengontrol perasaan kalian masing-masing atau sebaliknya, yang dapat mengontrol hanya yang menciptakan perasaan itu, maka serahkan pada yang memilikinya, biar Ia yang Maha Tahu yang mengaturnya, komposisi bumbunya, cara mengadonnya, besar kecil pemasaknya dan cara menyajikannya". Saya atau KAMU sampai kapanpun akan hanya ada dalam kata "Andai..." Pengandaian yang hanya membuat saya atau KAMU memiliki pemikiran yang negatif dan akhirnya menagis, menangisi hal yang tidak semestinya ditangisi. Saat ini, saya dan KAMU hanya bisa menjadi kepingan asa dan rasa. Menyadari wanita diciptakan dengan penuh perasaan dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki, sedang Pria dengan kesungguhan logika. Bukan berati wanita terus menangisi kisah hidup sampai melupakan ibadah terpentingnya dalam hidup, yaitu menjadi wanita yang cemerlang dunia akhirat, sadari, kalau wanita cemerlang itu tak akan takut jodohnya lambat atau cepat, mungkin sebenarnya sudah banyak yang ingin mengkhitbahnya, tapi karena tertunduk malu, sang calon imam yang kurang iman kabur. Sedang pria, bukan berarti kalian dengan entengnya meninggalkan perkara-perkara kecil tanpa diperhatikan, sekecil apapun perkara itu butuh penuntasan, jangan biarkan bibit-bibit kesedihan akan berkembang biak menjadi malapetaka dihari nanti. 3 atau 10 tahun kita kenal dengan seseorang, bukan menjadi patokan dia paham kita atau sebaliknya. Pembuktiannya, tanya saja pada diri masing-masing. Hidup bukan sebuah permainan seperti playstation, yang bisa kita ulang kapan saja. Hidup butuh pilihan, Pilihan itulah yang akan menjadi konsekuensi. Wanita, tetap syukuri ciptaan Allah, karena kamu memiliki kepekaan rasa, sehingga dengan rasamu itu kamu memiliki Cinta, dan kamu diarahkan oleh rasa itu untuk memilik ia, dan terimalah ia, terimalah dengan membantunya menemui kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmaninya. Pria, tetap syukuri ciptaan Allah, karena kamu memiliki akal logika yang kuat, sehingga dengan akal logika kamu menemukan Cinta, dan kamu diarahkan oleh logikamu untuk memilih ia, dan terimalah ia, terimalah dengan membantunya menemui kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmaninya. Bayangkan ketika orang yang ada didepan kalian pergi dan tidak bisa menerima rasa atau logika kalian, belajarlah bersyukur pada apa yang sudah diusahan orang lain untuk kita. Semoga Allah senantiasa memperkaya kita dengan rasa sabar, hingga tiba waktu dimana saya atau KAMU memutuskan semua. Amin. Supernova, Ruang Rindu...
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 04.51 2 komentar
Jumat, 28 Januari 2011
mata, hati dan cinta
Maaf, bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku memang bukan Siti Khadijah yang beruntung menjadi wanita Rasulullah, kian keikhlasannya pada harta dan tahta yang ia miliki, dan ia tak memperdulikan itu sehingga bangga menjadi istri Rasulullah SAW, asal kau tahu, Aku ingin memiliki peristiwa seperti wanita yang dicintai Rasulullah itu... bisa kah?
Maaf bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku memang bukan Aisyah yang beruntung menjadi wanita Rasulullah, kian kemanjaan dan kecerdasan yang ia miliki, dan ia tak memperdulikan menjadi istri kedua bahkan ia bangga menjadi istri Rasulullah SAW, asal kau tahu, aku ingin memiliki peristiwa seperti wanita yang dicintai Rasulullah itu... bisa kah?
dan, maaf bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku bukan seorang bintang dijagad raya ini, sehingga seribu bahkan jutaan mata melihatku dengan berbinar-binar dan kau dapat berbangga hati memilikiku... asal kau tahu, aku tidak ingin kau bangga padaku kerena itu... bisa kah?
Cukup... cukup dengan tatapan manja matamu padamu duhai kekasih, aku akan setegar Siti Khadijah, aku akan secerdas Aisyah dan aku akan selembut ummi... Tatapan mata seorang kekasih yang menghalalkanku karena cintanya pada sang Agung.

- Bapak dan Ibu ku mengajarkanku bagaimana mencintai manusia dengan hati, dengan air mata dan dengan sejemput doa. Kakak dan abangku mencontohkanku bagaimana mencintai manusia dengan senyum dan saling berbagi. Teman-temanku memperlihatkanku bagaimana mencintai manusia dengan ketulusan dan kesabaran. Dan aku akan menunggu pendidikan-pendidikan bagaimana mencintai manusia dengan cara-cara lain, cara-cara yang akan aku tulis kelak didalam diary rumah tangga kita, diary yang akan menjadi penuntun asmara kita, kata-kata yang akan terangkum dengan indah, menawarkan rasa rindu yang teramat dalam, dan menanam benih-benih syurga. -
Semua karena mata - hati - cinta yang bicara!
Selamat berbahagia saudariku...
Nova Fithra Sari, -RuangRindu-...
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 23.29 0 komentar
Kamis, 27 Januari 2011
SUPERNOVA
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 21.33 1 komentar

