What Time is it Now ??


Here's the New Me

Regrets over yesterday and the fear of tomorrow are twin thieves that rob us of the moment.

Selasa, 29 Maret 2011

Buta Mata atau Buta Hati?

Mata merupakan pancaindera penting bagi manusia. Kecacatan penglihatan dalam bentuk sifat kejadian manusia tidak semuanya mendatangkan kesusahan kepada manusia itu sendiri, bahkan ramai di kalangan mereka yang cacat penglihatan mencapai kejayaan hidup yang lebih baik sama sudut pemikiran ilmu, kekayaan dan ketokohan berbanding dengan orang normal.

Kenyataannya, ramai orang buta hafal Al-quran dibandingkan orang yang normal. Kenapa ? Ini karena hati mereka normal walaupun mata mereka buta. Manusia yang gagal dalam kehidupan, sudut kepemilikan ilmu, ekonomi dan ketokohan mereka dimata masyarakat adalah karena hati mereka buta walaupun mata mereka normal. Buta mata hati lebih ironis dan tragis daripada buta mata. Untuk memastika hati tidak buta, hanya diperlukan usaha manusia yang terus dari hari ke hari menuju ketakwaan, perbaikan. Diperlukan seorang islam yang tidak hanya beriman melainkan juga bertakwa, memahami apa yang dimakan, diminum dan dipakai adalah halal.

Nikmat akal yang tidak ternilai dianugrahi Allah SWT kepada makhluk bernama manusia, Hal itu dikarenakan agar manusia dapat membedakan perkara-perkara yang hak dan bathil, dan dapat digunakan dengan sewajarnya untuk membersihkan hati. Firman Allah dalam surah Asy-Syura:2 " Sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia kunci hatimu. Dan Allah menghapus yang batil dan membenarkan yang benar dengan firman-Nya (Al-Quran). Sungguh, Allah Maha Mengetahi segala isi hati."

  • Bermula dari sebuah Prasangka

Berpikiran positif tanpa berprasangka negatif terhadap diri sendiri atau orang lain akan menjamin kebenaran dan kebaikan jiwa-jiwa yang memiliki ketenangan. Maka, dengan wujudnya jiwa yang bersih terhadap prejudis akan menjauhkan mereka kepada kepincangan dan kritikan di dalam fikrah Islam.

Allah berfirma dalam surah An-Nur:12 "Mengapa orang-orang Mukmin dan Mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita hodong itu dan berkata, "ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata"."

Senantiasa bermuhasabah diri dan berusaha supaya hati senantiasa sehat. Insya Allah...

Supernova, RuangRindu.

Rabu, 09 Februari 2011

Bodohnya saya, atau???

Bungkam....
Penat....
dan
lunglai....

Tiga kata pahit dan tak ada aroma semerbak kian mengitarinya, dan telah menemani imajinasi saya saat itu, saat dimana beberapa persoalan muncul secara bersamaan, tanpa permisi dan tanpa melihat kondisi saya yang sangat letih.

"ini saya lakukan bukan untuk membuat saya yakin akan manfaatnya, tapi atas dasar keterpaksaan", goresan notes tertera tepat sejajar dengan pandangan mata yang sudah semakin rabun ini. Apalah arti dari kerja keras saya selama ini, kalau hanya dendam dan amarah terpupuk dengan subur di dalam jiwa yang kosong. Saya sadar akan keburukan itu, tapi saya tidak sanggup untuk menggantikannya dengan pikiran yang sedikit lebih dingin dan tenang. Sepertinya, bukan ranah saya dalam menangani hal itu. Bukan saya.

Saya ini sudah semakin paham harusnya mengenai hal-hal apa yang harus saya lakukan, kerjakan dan selesaikan. Sudah jelas waktu, tempat dan tujuannya. Tapi, entah apa yang membuat saya tidak mampu berkutik dengan ruang keegoisan terhadap monster menakutkan itu. Sesuatu hal yang tidak bisa saya genggam, benda yang bukan menjadi minat saya, bahkan diperkuat dengan kealpaan bakat saya, menyedihkan!

24 jam lebih sudah saya hanya membulak-balik lembaran penuh angka yang entah muncul dari mana, sudut pandang saya tidak simetris lagi, sudah tidak normal. Saya berharap akan ada mukzizat dari peri-peri yang baik hati untuk memberikan deretan jawaban dari setiap persoalan yang ada di tubuh monster itu. Tapi, setelah saya mengamati sekeliling saya, tidak ada satupun tanda-tanda akan datang dewa-dewi penolong itu. Kasihan!

"Masalahnya apa? " tanya diri terhadap diri. hhhmmm, mungkinkah karena menurunnya tingkat semangatisme dalam metabolisme saya? Bukan!. lantas apa? ok, ok, ok... mungkin karena saya terasa ingin cepat-cepat memeluk keluarga tercinta yang sedang saya tinggalkan untuk sebentar saja? Bukan juga!. Lalu???...

Pahami diri, sadari diri dan kuatkan diri!!!!. Saya tau, saya tidak memiliki bakat dalam menyelesaikan persoalan monster itu, saya tidak ahli dalam hal itu. Dan saya juga tidak ada minat untuk bersahabat dengan monster itu. Sama sekali TIDAK! sangat lantang dan keras saya bunyikan benderang perang untuk menolak kehadirannya dalam kehidupan saya yang sedikit lebih indah harusnya. Saya-pun tidak mau berkelahi dengan monster itu, monster yang sangat menjengkelkan, tidak punya hati dan pikiran sehingga ada saling kepemahaman.

Lantas, apa yang harus saya lakukan?

Lebam menjadi bukti kekalahan saya pada monster itu, monster yang tidak pernah masuk kedalam list kebahagiaan saya. hhmmm... seegois itukan saya?

Adakah yang salah bila saya tidak ingin bersahabat atau berkenalan lebih jauh dengan hal itu? Tidak sepertinya, saya memahami bakat dan minat saya, tidak seharusnya ada paksaan sehingga mengganggu keseimbangan hidup saya. Kalau saja monster itu sedikit lebih jinak, mungkin saya akan lebih halus berlaku dan akan mencoba untuk mempertimbangkan bahwa monster itu layak menajdi teman saya. Tapi, sepertinya terlambat, Maaf!

Desakan dan paksaan hanya membuat saya semakin bungkam, penat dan lagi lunglai. Bukan itu rupa solusi-nya. Itu sebabnya, banyak manusia bijak memberi arahan "Selesaikan dengan cinta, dan cintai apa yang kamu selesaikan" dan saya akan mendapat kepuasan. Apa yang ada dalam kemampuan saya adalah bakat saya, dan apa yang membahagiakan saya adalah minat saya. Jangan paksa, tolong!.

Saya mengerti dengan sadar, Setiap persoalan dalam hidup saya dan mereka mungkin diluar sana bukan untuk menjadikan saya dan mereka lemah, tapi semakin kuat. Kuat dan bijak. Sebab itu guru terbaik adalah pengalaman. Pengalaman mereka yang lebih dulu menelan kepahitan dalam setiap persoalan akan menjadikan pandangan dan pembelajaran. Inti dalam persoalan itu tidak berbeda, semua sama, hanya angka-angkanya saja yang berbeda. Yah, berbeda.

Aneh bukan, saya bisa asyik menuturkan hasrat melalui banyak wadah, tapi untuk menyelesaikan persoalan dalam tubuh monster itu, niat saja tidak ada. Saya takut, sangat takut. Apa manfaatnya bila saya dikelilingi rasa takut dan penat dalam menyelesaikan persoalan? Fine, "Kalau tidak dipaksa, mungkin tidak akan dikerjakan". Tapi, apa yang saya dapatkan setelah semua selesai? hati yang berbunga karena telah keluar dari lingkaran api yang meletup-meletup? sepertinya bukan itu yang saya inginkan.

Saya ingin saya dapat melakukan sesuatu yang saya mampu lakukan, kalaupun tidak bisa, tidak perlu saya dipaksa dengan keterbatasan waktu yang membuat saya semakin gila! Saya ingin menikmati setiap perjumpaan soal-soal dan menggugurkan rasa penasaran saya dengan mencoba menyelesaikan setiap persoalan dengan penuh gairah. Bisa kah?

Semua adalah yang saya ingin, walau saya tau bakat dan minat saya, dan semestinya saya mencoba berjalan diatas rel itu agar tidak ada yang saya salahkan bila bertemu rintangan.
Tapi....
Tuhan ingin saya lebih pintar dan kuat. Terimakasih Tuhan....

Supernova, ~RuangRindu~

Selasa, 08 Februari 2011

Saya masih cinta padamu...

"Bu guru, saya ingin jadi ibu nanti kalau sudah besar, boleh ga?", tanya saya saat itu, dimana saya yang selalu mengikuti gerak-gerik guru saat wanita cantik itu mengajar didepan kelas. "Boleh, selain jadi guru seperti ibu, kamu mau jadi apalagi?" tanya guru saya kembali. "Hhhhmmm, saya mau jadi Ibu guru aja, biar bisa banyak main dan dapet hadiah dari murid-murid ibu setiap pengambilan raport", jawab polos saya saat itu.

Saya adalah murid kecil, yang energik, cerewet dan terliat ingin sekali memimpin dalam hal apapun, terkesan sangat egois memang. Pasalnya hampir setiap waktu saya akan selalu memimpin sebuah kelompok, selalu menjadi asisten guru dikelas walau sekedar untuk menghapus papan tulis, memimpin kelas untuk berdoa atau membuat teman teman saya menangis karena dengan sengaja dan terang-terangan saya pukul. Niat saya memang baik, ketika saya memukul teman saya itu adalah semata-mata ingin menyuruh teman saya diam dan segera mendengarkan guru kesayangan saya bicara didepan kelas, akan tetapi tetap saja saya dianggap nakal oleh sebagian teman-teman saya, hampir semua teman-teman saya takut pada saya. Saat itu, maklum saja, saya masih kecil, masih belum paham dan tahu cara menegur orang dengan baik dan semestinya.

Teringat saat acara perpisahan itu, sepuluh tahun lebih mundur kebelakang, setelah tarian dan nyanyian ditampilkan oleh saya dan kawan-kawan lainnya, tiba saatnya untuk saya seorang diri membacakan sebuah puisi yang dipersembahkan untuk guru tersayang...

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Puisi ini saya persembahkan untuk engkau, guru-ku terhebat dan tercantik.. sehingga kecantikanmu mengalahkan kecantikan tante Krisdayanti.
Ingat tidak, saat pertama saya dan kawan-kawan yang lain datang dihari pertama kami bersekolah disini, banyak yang masih takut dan membawa mama - papa - nya masuk kedalam kelas, Ibu guru tidak marah pada kami, ibu guru hanya tersenyum dan bilang, nanti juga berani sendiri, ini kan sekolah, bukan penjara.
Atau peristiwa lain, saat saya dan kawan-kawan yang lain tidak bisa diam dan tenang, ibu guru tidak marah pada kami, ibu guru hanya tersenyum dan berkata pada orang-orang lain, namanya juga anak-anak. Inikah taman kanak-kanak.
Satu lagi, saat saya dan kawan-kawan yang lain ingin buang air besar, dan kami tidak bisa membersihkannya, ibu guru tidak pernah jijik atau marah untuk membantu membersihkan kotoran kami, ibu hanya bilang "begini caranya, biar najisnya semua hilang, biar kembali bersih dan tidak berbau".
hhhmmm, semua itu yang membuat saya dan kawan-kawan Saya betah dan ingin selalu ada di sekolah, ada ibu guru yang cantik dan baik, ada ibu guru yang pandai memberikan cerita, dan ada ibu guru yang selalu tersenyum walau kami sudah mulai mengesalkan.
Ibu guru yang saya miliki adalah ibu guru yang sabar, semoga kalian dilindungi Allah SWT. Amin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"

Sangat singkat dan aneh, puisi saya membuat penonton saat itu terdiam, tidak juga memberi sambutan hangat dengan tepukan yang meriah, melainkan sedikit demi sedikit mereka mulai bergilir meneteskan air mata. Termasuk ibu guru cantik saya, Ia-pun menangis beriring senyum yang memang, sangat cantik.

Cita-cita saya tidak berubah, sepuluh tahun lebih maju, saya masih ingin menjadi seperti Ibu guru cantik itu, yang lembut, sabar dan ikhlas. Sekolah sampai di negeri orangpun tidak membuat cita-cita saya berubah sedikitpun. Walaupun banyak yang menganggap cita-cita saya adalah rendahan bahkan sampah. "halah... sekolah tinggi kok cuma ingin jadi guru TK?". Ucap seorang yang sudah memiliki deretan titel setelah namanya. Namun, semua itu masih berhasil saya tepis, dan saya yakin, bahwa cita-cita saya lebih berharga dari sebuah sampah, kalaupun cita-cita saya adalah sampah, tapi ini sampah yang berarti, sampah yang mampu membuat alam tersenyum pada saya, sampah yang dapat didaur ulang dan akan lebih cantik dari barang aslinya, sebelum menjadi sampah. cool!!

Berpikir dan berniat menjadi seorang guru TK itu bagi saya bukan perkara yang mudah, saya harus memikirkan metode apa yang akan saya berikan pada murid-murid kelak. Saya asyik dengan imajinasi untuk menjadi guru TK. Sambil tersenyum saya mulai menulis satu persatu konsep yang akan saya praktekkan kelak.

Akan saya buat mereka semua paham, kenapa saya memilih untuk menjadi guru TK, bukan seorang sekertaris atau konsultan bidang yang sedang saya pelajari, sehingga menjadi urutan tertinggi dalam cita-cita saya. Padahal, menjadi guru TK tidak menjamin saya akan punya uang banyak, sedang profesi lain dapat membuat pundi-pundi uang akan terkumpul, santai duduk manis di cafe-cafe mahal sekedar bertemu dengan klien, belanja di mal-mal mewah di ibu kota atau jalan-jalan menghabiskan uang yang sudah terkumpul itu keliling negara, sekedar mengoleksi stempel imigrasi di setiap bandara. Akan saya buat mereka mengerti mengapa begitu jatuh cinta saya pada cita-cita saya itu.

Membayangkan menjadi perantara untuk anak-anak adalah hal yang tidak mudah, apalagi mempraktekkannya. Mencintai mereka juga tidak gampang. Sabar berhadapan dengan mereka juga bukan perkara yang ringan. Tapi, tersenyum dihadapan mereka adalah istimewa. Setiap ulah dan tingkah anak-anak membuat saya berpikir, bagaimana mereka esok, bagaimana masa depan mereka nanti, akan jadi apa mereka kelak. Itulah yang membuat saya terus berpikir untuk mengejar cita-cita sebagai guru TK. Perlu dikejar, perlu diusahakan...

Mengenalkan mereka mengenai keramahan alam raya, saling menyayangi dengan alam, ramah terhadap alam dan senantiasa halus budi pada alam. Itulah yang menjadi konsep dasar dalam mengemban tugas seorang guru TK kelak. Alam adalah rumah yang sesungguhnya, alam membuat kita teduh dari hujan, alam membuat kita hangat dari matahari dan alam membuat kita tersenyum sambil berbaring menyaksikan romantisme rembulan dan bintang-bintang. Berlari di padang rumput sambil membelai dengan lembut dedaunan yang ikut berdansa dengan derap langkah larian. Bercengkrama dengan binatang-binatang lain. Semua akan menjadi konsep utama dalam langkah saya menjadi guru, Kelak.

Mengapa harus alam? "Jangan buat alam sedih dan menangis" pesan yang sudah dimasukan kedalam folder sebagai guru TK kelak.

Selanjutnya, perkenalkan anak-anak pada sang pencipta alam raya, siapa yang telah membuat alam ini menjadi begitu indah, cantik, dan penuh dengan keriangan. Siapa yang akan kecewa dengan keadaan alam yang bengangsur melemah, dan mengapa bisa demikian. Tahap selanjutnya dalam misi saya kelak.

Mungkin akan ditutup dengan menjadikan mereka lulusan terbaik dunia dan akhirat. Amin...

Ibu guru yang cantik... Saya selalu memimpikan anda dihampir setiap tidur saya. Anda berhasil mengganggu pikiran dan konsentrasi saya. Rasa-rasa-nya, saya tidak bisa meninggalkan anda begitu saja. Ibu guru yang baik hati, mungkin saya sudah gila dan hilang akal, begitulah pikiran mereka yang mengetahui imajinasi saya. Biarlah, saya bahagia bisa mendeklarasikan mimpi saya dihadapan mereka, walaupun mereka hanya tersenyum dengan makna melecehkan. Tidak apa, sepeti yang anda telah tanamkan pada diri saya saat itu, tidak dibutuhkan untuk saya sebuah amarah dalam menjawab aksi-aksi manusia yang tidak memahami gairah pribadi, hanya perlu senyum saja.. Dan tahukan engkau ibu guru yang penuh dengan inspirasi, saya benar-benar jatuh cinta padamu, dan sampai saat ini, saya masih cinta padamu. "Marry me!", Amin.

Baik, saya memang sadari, tidak ada yang salah dengan tanggapan mereka mengenai pemanfaatan ilmu yang saya dapati dari sekolah-demi-sekolah. Tapi mengapa mereka berpikir, bahwa memanfaatkan ilmu itu diukur dari seberapa tinggi tempat yang akan menjadi wadah ilmu. Apa beda-nya dengan tingkat sebuah TK dan Universitas? Semakin mudahkah membagi ilmu kepada mereka yang duduk di Universitas? atau semakin lebih bermaknakah memberikan pengalaman yang menarik untuk mereka?

Lagi dan lagi, saya minta maaf, emosi diaduk secara merata oleh kesadaran dan kesabara yang luar biasa tidak dapat saya peroleh dari sebuah jenjang formal yang sudah tinggi dan yang sudah memiliki sistem berkelas. Saya ingin menjadi Ibu Guru dimana mereka semua generasi saya bertanya " Ibu, apa itu Huruf dan Angka?, Ibu, bagaimana saya membuat sebuah lingkaran dan segitiga? atau, Ibu, Saya sayang Ibu guru!". Tempat dimana mereka mempertanyakan kondisi bumi dan membawa mereka pada gambaran kehidupan, berpetualangan dengan mereka di tengah hutan kehidupan ini, bukan lagi siapa yang kuat yang akan bertahan hidup, tapi siapa yang peduli yang akan bahagia. Hanya itu awal dari cita-cita saya... Bila memang dimensi waktu akan mendukung, telah lahir generasi yang akan membuat lingkaran-lingkaran yang beririsan, saling masuk didalam penjiwaan dan bergesekan dengan rasa peduli pada sesama.

Hanya itu, jadi saya dapat pertahankan, bahwa saya masih cinta padamu....

Supernova, ~RuangRindu~

Minggu, 06 Februari 2011

Jika Aku sendiri dan Jatuh Cinta


Ketika Semua Manusia Meninggalkan saya dalam kesendirian, saya harus teringat bahwa Allah pernah Berkata,


"Wahai Hamba-Ku,

Kini Kau Tinggal Seorang Diri,

Tiada Teman Dan Tiada Kerabat,

Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..

Mereka Pergi Meninggalkanmu. Seorang Diri

Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku

Hari Ini,….

Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku

Yang Akan Membuat Takjub Seisi Alam

Aku Akan Menyayangimu

Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".

"Wahai Jiwa Yang Tenang

Kembalilah Kepada Tuhanmu

Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya

Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku

Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"



Firman Tuhan membuat saya lebih tersenyum dalam kesendirian, saya merasa terpukau pada setiap bait-bait bak syair seorang kekasih pada yang dicintanya.


Saya yakin, bahwa saya tidak boleh takut pada akhir, yakin pada proses, itulah yang membuat sebuah pendapat, berakhir motivasi, karena akhir tak ada yang buruk, akhir tak ada yang hina, yakin pada proses kehidupan sehingga setiap langkah tidak akan mengisakan penyesalan. Semua akan berbuah hikmah.

Teringat sajak seorang pujangga dalam meminta hati-nya selalu terjaga,



Ya Allah, jika aku jatuh cinta

Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatannya

untuk mencintaimu


Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta

Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu


Ya Allah, jika aku jatuh hati

Izinkahlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu


Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu

Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu, dan jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu


Ya Allah, jika aku jatuh hati

Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu


Ya Allah, engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam mebela syariat-Mu


Kokokanlah Ya Allah ikatan ini atas ridho-Mu, kekalkanlah cinta ini, seperti kekalnya cintaku pada-Mu, tunjukilah jalan-jalan cahaya-Mu, penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar, lapanglanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.


Amin Ya Rabbal `Alamin



Berbaik sangka pada pencipta hati, itulah satu-satunya cara untuk memperoleh ketenangan lahir dan batin. Saya-pun sedang mempelajari bab itu, tidak mudah, tidak hanya cukup untuk dibaca, perlu dipahami dan diimplementasikan. Semoga saya dan kalian berhasil.


Maka, tetaplah bahagia wahai manusia yang merasa takut akan kesendirian, Substansinya, itu bukan musibah, tapi anugrah. Nikmati setiap terpaan yang menampar hati, karena dengan itu hati kita semakin kokoh, tersenyumlah dengan kepahitan, karena itu belum seberapa dengan pahitnya kehidupan didepan sana. Sekali lagi, sayapun sedang mempelajari itu, semoga saya lulus dalam bab ini.


Supernova, ~RuangRindu~



Jumat, 04 Februari 2011

Bertemu dan Berpisah, itulah Hidup sesaat

Salam,..

Setiap orang biasanya tidak suka dengan yang namanya perpisahan, padahal adanya perpisahan karena ada pertemuan, jadi... Apakah saya atau kalian lebih baik tidak bertemu?

Telah banyak yang saya lalui dalam sebuah perpisahan itu. Dulu, saya bertemu dengan sahabat-sahabat kecil yang masih suka membawa tempat minum atau suka menangis karena saya usilkan, atau berlebih-lebih saya memang sengaja membuat mereka menangis dan saya joget-joget dengan bangga karena merasa sukses dapat membuat mereka menangis. Yah,.... Masa Taman Kanak-Kanak dulu. Pada akhirnya, saya dan mereka-pun terpisahkan oleh sebuah waktu, saya belum merasakan adanya perpisahan yang berarti, banyak hal, mulai dari saat itu saya dan mereka adalah anak-anak yang belum paham benar arti perpisahan, membungkus sebuah kenangan dan lain-lain aksesoris saat berpisah sampai ternyata rumah kami memang berdekatan, jadi kalaupun tidak dapat berjumpa di sekolah, saya dan mereka masih bisa berjumpa ditaman komplek sore harinya. Kini, ternyata saya merindukan mereka. Mereka sudah be
sar, dewasa bahkan sudah ada yang menjadi seorang bapak atau Ibu. Senang melihat mereka sukses berumah tangga, berani mengambil peranan besar dalam sebuah keluarga dan ada juga yang menjadi seorang yang penuh dengan pengalaman hidup, banyak hal, tidak dapat dijelaskan satu persatu, yang jelas, mereka membuat saya sangat rindu.

Selanjutnya, 6 tahun saya habiskan di Sekolah Dasar, sekolah yang sangat sederhana, sekolah yang hanya mempunya murid terbatas, bukan karena terbatas yang bisa masuk sekolah itu, tapi terbatas yang tidak bisa bayar mahal, maka masuklah kesekolah itu. Saya dimasukkan oleh bapak dan Ibu saya kedalam sekolah yang setiap hari sepulang sekolah harus menyaksikan teman-teman saya yang berjualan kantong plastik di Pasar dekat sekolah, ada juga yang harus bantu kedua orang tuanya mem
asak karena makanan itu harus mereka jual untuk biaya makan sehari-hari, ada juga yang rumahnya hanya memiliki satu ruangan sedang jumlah keluarganya ada 8 orang. Ada juga yang harus jadi preman, memalak uang kepada beberapa temannya, entah apa modus pastinya mereka melakukan itu, yang pasti itulah yang terjadi saat saya di sekolah dasar. Bukan salah sekolah saya, bukan, sekolah saya sangat berjasa, mereka mengajari banyak hal yang tidak diajari oleh sekolah-sekolah kaya lainnya, dengan kesederhanaan, alat tulis saya yang kadang suka hilang, dan lain-lainnya yang sempat membuat saya ingin pindah dari sekolah itu telah memberikan saya ruang rindu khusus kepada guru-guru yang hanya berjumlah 6, tidak pernah lebih, dan sahabat-sahabat luar biasa. Bukan salah bapak dan ibu juga yang menyekolahkan saya disana, tujuan mereka saat itu sudah bisa saya pahami sekarang, mereka menginginkan saya belajar dari apa yang saya liha
t dan rasakan, bukan dari sesuatu yang bisa direkayasa.. Ya, Ibu dan Bapak berhasil membuat saya rindu dengan mereka, mereka semua yang masa kecilnya harus bertatapan dengan pahitnya hidup dan hinanya pandangan orang lain pada apa yang mereka lakukan. Satu hal lagi, mereka sangat sayang kepada saya, mereka selalu menjaga saya dari siapapun yang menjahati saya, mereka selalu mengantar saya sampai rumah yang kebetulan rumah saya paling jauh. Mereka suka membawakan saya apa saja yang mereka dapati dari hasil berjualan, berdagang kadang memalak. Pada akhirnya, kami harus berpisah, karena sebagian besar dari mereka tidak melanjutkan sekolah, komunikasi terputus, entah mengapa mereka memutus komunikasi pada saya, kata ibu saya, "Kita cari mereka ya Nak". Yah, saya rindu kalian...

Selanjutnya, pertemuan saya dengan manusia-manusia baru, di Sekolah Menengah Pertama negeri, makin banyak aneka ma
nusia yang saya jumpai, makin buat saya pusing. Pasalnya, makin banyak gaya dan farfum yang mencolok hidung dipakai mereka, hehehe, bukan itu hal utama yang hendak saya bagi saat ini. Pertemua saya dengan organisasi, prestasi dan eksistensi. Hampir semua organisasi saya ikuti, hampir setiap perlombaan saya jalani dan hampir setiap acara saya lalui. Siapa yang tidak mengenal saya saat itu? kalau
pun ada, berarti dia baru saja tiba kesekolah itu, ehheheh. Ok, tidak banyak hal yang bisa saya ceritakan disini, sahabat-sahabat yang berasal dari keluarga menengah keatas, bisa beli apa saja yang mereka inginkan dengan meminta uang pada orang tua. yah,... tidak terlalu spesial. Pada akhirnya, saya juga harus berpisah dengan mereka.

Tingkat sekolah terakhir yang lalui adalah Sekolah menengah keatas. Tingkat sekolah yang menawarkan warna warni ABG (red: Anak Baru Gede). Dimulai dengan pesta pora, ada yang serius juga dan ada yang biasa-biasa saja. Mereka benar-benar mencari warna dalam hidup mereka. Sedang saya, saya-pun memilih warna saya saat itu, banyak hal yang saya pilih. Alhamdulillah... hhmmm, gejolak muda-pun dimulai. Pada akhirnya-pun saya berpisah dengan ABG-ABG itu.

Menjadi Mahasiswa adalah impian hampir setiap orang, Alhamdulillah saya bisa menikmati masa-masa menjadi mahasiswa yang baik. Fokus dengan minat dan bakat saya, menciptakan image, menjadi saya yang sangat nyaman, misterius dan bahagia. Memiliki mereka sahabat-sahabat yang luar biasa. Dari obrolan yang ringan sampai yang terlampau berat sehingga saya dan mereka-pun larut dalam tawa dan tangis. Mempertahankan prinsip sebagai pertahanan pemikiran. Dan, menemukan yang namanya asmara dua insan. hehehe... Akan tetapi, saya dan mereka-pun harus berpisah... lagi dan lagi kami memiliki jalan masing-masing.

Rezeki yang luar biasa, bisa melanjutkan sekolah lagi, kehidupan belum berubah, dipertemukan dengan karakter orang-orang yang baru, yang harus membuat saya tetap memasang senyuman termanis walau hati pahit sepahit-pahitnya. Bertemu satu persatu dimasa yang bergilir, dipertemukan oleh suka cita, tawa dan canda serta penyesalan dengan waktu yang teramat singkat. Sebentar lagi saya-pun akan berpisah dengan mereka.

Setiap pertemuan
saya dengan mereka memberi arti tersendiri dalam hidup saya. Walaupun saya dan mereka berkelahi, bertikai atau saling mengasihi, semua meninggalkan warna yang tidak bisa terganti dalam pupil mata saya. Mereka memberikan saya pelajaran mengenai berpikir yang semestinya, berpikir bukan hanya denga otak, tapi dengan jiwa. Menempati diri pada substansi hidup yang tidak akan berulang lagi. Memahami masa yang terus mendekati garis finish. Itulah yang sedang saya atur dalam hard disk diri saya.

Saya tidak boleh membenci pertemuan ternyata, walau pertemuan itu adalah perpisahan. Bukan itu yang semestinya saya pikirkan, tapi yang saya harus syukuri adalah dari pertemuan itu saya akan menjadi seorang yang kaya raya dengan pengalaman dan cinta kasih. Saya sudah tidak akan membenci pertemuan lagi, saya akan berusaha mencintai dengan sungguh pertemuan itu, seperti saya mencintai pertemuan dengan yang memiliki Temu dan Pisah, Allah SWT.

Sahabat, kita tidak berpisah, kita hanya dipisahkan agar kita dapat saling mendoakan dengan rindu..
Sahabat, kita tidak berpisah, kita hanya dipisahkan agar kita dapat saling tolong - menolong di hari kelak..
Sahabat, kita tidak berpisah, kita hanya dipisahkan tempat, agar kita dapat saling bersilaturahim dan memaknai kerahmatan Allah SWT atas umur dan kesehatan kita..
Sahabat, saya akan merindui kalian... Insya Allah.

Supernova, ~RuangRindu~

Aku Makin Cantik

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! sungguh, aku makin cantik! lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi.



Coba kau lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan kebetean seperti waktu-waktu yang lewat. tubuhku tidak lagi lesu karena keputusasaan dan kehilangan harapan.

Sungguh, aku makin cantik hari ini! mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan, bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan, pipiku merona merah oleh semangat pengharapan, urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan, semuanya menjadikan wajahku berseri-seri.

Sudah sehari aku banyak tersenyum, manyanyi, dan menari, menikmati hidup ini, dan tidak membiarkan permasalahan memengaruhi suasana hatiku. sudah sehari aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudaraku, sudah sehari aku berusaha berderma kepada mereka.

Aku mensyukuri setiap karunia Ilahi, kini, kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali.

Cantik yang tidak akan pernah hilang karena debu, polusi dan kosmetik… karena yang kurasa, cantik yang kunikmati kini adalah cantik ilahi…. mungkin engkau tak mampu melihatnya, tapi aku merasakannya….


Supernova, ~RuangRindu~

Menangislah


Menangislah
Bila harus menangis
Karena kita semua manusia
Manusia bisa terluka
Manusia pasti menangis
Dan manusia pun bisa mengambil hikmah

Ketika air mata bercucuran, dan tak tertahankan. Mungkin itulah saat yang tepat untuk mengeluarkan salah satu hasrat tangis kita. Entah karena kekesalan, karena terharu, ataukah karena kerinduan yang tak tertahankan.

Dalam jiwa kita senantiasa memiliki energi yang perlu disalurkan. Mungkin terasa aneh buat kita, namun dalam kenyataannya kita membutuhkannya. Menangis.

Dengan menangis membuat kita menjadi lebih lega setelah mengalami proses kehidupan. Dengan menangis membuat kita menjadi tabah. Dan dengan menangis membuat kita menjadi sadar bahwa semuanya telah terjadi dan kita harus tabah menerima semuanya.

Namun bukanlah tangisan yang melenakan. Bukanlah tangisan yang membuat kita menjadi seperti anak kecil kehilangan mainannya. Bukanlah tangisan cinta dunia yang hanya membawa nestapa dengan rayuannya. Melainkan sebuah tangisan seorang pejuang yang tersayat hatinya karena kawan-kawannya berguguran serta pasukan menuju pada kekalahan dan inilah saat yang tepat bagi dirinya untuk bangkit kembali melawan musuh-musuh demi kemenangan suatu peperangan. Tangisan yang membawa kebangkitan dan semangat juang. Untuk menjadi lebih baik di masa depan dan yang akan datang

Tetaplah semangat menghadapi kehidupan. Biarlah airmata mengalir sesaat dan kemudian tergantikan dengan semangat. Untuk melanjutkan sebuah cita-cita peradaban dan kemenangan.

Dibalik segala duka
Tersimpan Hikmah
Yang bisa kita petik pelajaran
Dibalik segala suka
Tersimpan Hikmah
Yang mungkin bisa jadi cobaan …


Supernova, ~RuangRindu~

Rabu, 02 Februari 2011

Padang Besar dengan semangat yang Besar

Salam,

Perjalanan ke Padang Besar bersama dengan kawan-kawan MBA Tourism (Tidak semua)
membuat saya paham banyak hal, yaitu International relationship. Saat itu, saya dan satu orang gadis Indonesia juga, satu orang gadis Malaysia, satu orang pria Syiria dan satu orang lagi pria Jordan. Menaiki mobil tua putih yang tanpa AC (Air conditioner) dan diiringi lagu-lagu arab yang sejujur-jujurnya saya tidak paham apa maksud dari lagu-lagu tersebuat.

perjalanan pertama kami adalah menuju padang tebu, masuk agak kedalam dan membuat salah satu kawan pria saya agak khawatir kalau-kalau ada binatang buas nanti.


Tempat selanjutnya adalah kandang "Ayam".. saya kira sebelumnya hanya kandang ayam biasa, tapi ... Ini ayam raksasa dan tidak perlu bayar. hehehehe..

Perjalanan saya dan kawan-kawan ditutup dengan makan malam di Kuala Perlis, saat itu salah satu kawan kami dari Jordan yang menraktirnya.

masih ada perjalanan-perjalanan saya lainnya bersama kawan MBA Tourism yang sangat menyenangkan, Tunggu selengkapnya. hehehhehehe..

Supernova, ~RuangRindu~

Sabtu, 29 Januari 2011

USAHA kah?

Salam,

Masa adalah usaha, Masa adalah kerja, dan Masa adalah hidup. Apabila saya menyimak kata-kata itu dengan seksama, mungkin saya akan memahami mengapa ada yang namanya ketentuan manusia dalam hal usaha yang mereka lakukan. Ternyata saya harus melakukan dua hal di bawah ini:

1).

Mencatat apa saja yang saya butuhkan dalam mencapai tujuan saya, pasang Masanya kapan tujuan itu akan saya dapatkan. Catatann itu akan saya jadikan ukuran saya sekali lagi, dalam hal mencapai tujuan saya. Selesai saya catat dengan sistematis, saya pasang tepat didepan mata saya ketika saya duduk di sebuah meja persegi yang diatasnya ada laptop dan beberapa alat tulis.

2).
Mengimplementasikan apa yang sudah saya catat dibab sebelumnya. Saya akan mencoba untuk melunasi satu-per-satu catatan saya. Usaha keras dan optimis akan membuat saya cepat menyelesaikan catatan-catatan saya tersebut. Saya tidak mudah putus asa dan yakin kalau saya dapat menyelesaikan semua catatan saya setiap bulannya, yah, target bulanan.

Saya harap, saya dapat melakukan kedua hal penting diatas, selain itu sebenarnya ada hal yang jauh lebih penting, yaitu BERDOA.... ^_^

Supernova, Ruang rindu.

Tuhan, Dimana jodoh saya?

hhhmmm, "Tuhan, dimana Jodoh saya?", mungkin itulah yang akan terlintas dalam pikiran kita para perempuan yang pekat perasaannya. dari 24 jam, kita hanya menghabiskan 2 jam untuk belajar dan sisanya memikirkan "dimana jodoh saya?". (Sama kah dengan yang kalian rasakan?) ^_^


Ketika sebuah rasa digembar gemborkan dalam sebuah pertengkaran antara adam dan hawa, baik yang sudah halal atau di"halal-halalkan" maka, 100% air mata menemani percekcokan itu. Tentunya, bukan pria yang meneteskan air mata, tapi si makhluk nan halus hatinya, kerap berdetak jantungnya ketika ia mengingat sang kekasih yang 0,001 persen berbeda dari biasanya, dan yang menghayalkan menjadi wanita satu-satunya yang akan dicintai seorang pria, menjadi istri yang dipuja-puja suaminya dan menjadi ibu yang tetap awet muda agar menjadi penguat pertahanan sebuah rumah tangga, bagi saya Kelak!!.


Kembali, "Tuhan, dimana jodoh saya?". Entah saya yang bodoh menulis hal ini atau memang saya juga ikut bertanya, "Tuhan, dimana Jodoh saya?". Pernahkah membayangkan, Tuhan akan mengirimkan BBM atau SMS atau wall hanya untuk sekedar memberikan jawaban atas pertanyaan sebelumnya? Tidak semudah itu sepertinya, bukan berarti Tuhan menyulitkan. Yakinkan, bahwa Tuhan menginginkan kita sabar, ya...Sabar.


"Inilah saya, apa adanya saya...", wahai pria, seberapa sering kalian mengungkapkan kata-kata itu pada wanita sebagai dalil yang sebenarnya kalian tidak ingin dipersulit sedikit saja, padahal harusnya kalian bisa duduk bersama memikirkan asa dan rasa hubungan kalian. ingat, itu hubungan kalian, bukan hubungan diri terhadap diri.


atau "Kamu ga bisa ngertiin saya, kamu cuek, kamu keras kepala...", kali ini, coba saya belai sedikit para wanita untuk mengingat seberapa PD-nya kalian mengungkapkan kalimat diatas, padahal harusnya kalian bisa saja lebih dulu mengerti apa yang pria inginkan, beri pria perhatian dan ruang sebagai makhluk cuek.


sekarang ada lagi...

"Kamu harus dengar apa kata saya, saya ga suka kalau kamu berteman dengan dia..." wow... sebuah petunjuk bahwa pria mulai menggukan sifat kepemimpinannya, sayangnya kata "harus" tidak mencerminkan kepercayaan dan pemahaman atas "Manusia adalah makhluk sosial". "Kamu dimana, sama siapa, atau lagi apa, kok ga telp2 aku?" heheheh, hal inilah yang didominasi oleh kaum hawa, akui saja kalau wanita sering melakukan ini.


hhhmmmm, ternyata serba salah... menjadi karakter yang cuek atau posesif akan berdampak tak indah pada hubungan, atau menginginkan dimengerti terus juga akan berakibat hubungan tidak timbal balik. Lantas apa yang harus dilakukan?


Saya, disini bukan ingin menjadi penengah, saya menulis-pun bukan berdasarkan sumber yang omong kosong, saya berusaha meyakinkan diri saya bahwa pertanyaan itu tidak perlu lagi saya tanya pada Tuhan, itu sama saja saya tidak percaya pada janji Tuhan yaitu "Jodoh". kata-kata pria dan wanita diatas juga bukan sebuah kutipan sinetron Indonesia yang bisa di atur dengan sebuah skenario manusia, tapi saya yakin, diri saya, atau KAMU semua pernah melakukan itu.


Saya tersadar, bahwa benar kata kakak saya "Kamu atau dia tidak bisa mengontrol perasaan kalian masing-masing atau sebaliknya, yang dapat mengontrol hanya yang menciptakan perasaan itu, maka serahkan pada yang memilikinya, biar Ia yang Maha Tahu yang mengaturnya, komposisi bumbunya, cara mengadonnya, besar kecil pemasaknya dan cara menyajikannya". Saya atau KAMU sampai kapanpun akan hanya ada dalam kata "Andai..." Pengandaian yang hanya membuat saya atau KAMU memiliki pemikiran yang negatif dan akhirnya menagis, menangisi hal yang tidak semestinya ditangisi.


Saat ini, saya dan KAMU hanya bisa menjadi kepingan asa dan rasa. Menyadari wanita diciptakan dengan penuh perasaan dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki, sedang Pria dengan kesungguhan logika. Bukan berati wanita terus menangisi kisah hidup sampai melupakan ibadah terpentingnya dalam hidup, yaitu menjadi wanita yang cemerlang dunia akhirat, sadari, kalau wanita cemerlang itu tak akan takut jodohnya lambat atau cepat, mungkin sebenarnya sudah banyak yang ingin mengkhitbahnya, tapi karena tertunduk malu, sang calon imam yang kurang iman kabur. Sedang pria, bukan berarti kalian dengan entengnya meninggalkan perkara-perkara kecil tanpa diperhatikan, sekecil apapun perkara itu butuh penuntasan, jangan biarkan bibit-bibit kesedihan akan berkembang biak menjadi malapetaka dihari nanti. 3 atau 10 tahun kita kenal dengan seseorang, bukan menjadi patokan dia paham kita atau sebaliknya. Pembuktiannya, tanya saja pada diri masing-masing.


Hidup bukan sebuah permainan seperti playstation,

yang bisa kita ulang kapan saja.

Hidup butuh pilihan,

Pilihan itulah yang akan menjadi konsekuensi.

Wanita, tetap syukuri ciptaan Allah, karena kamu memiliki kepekaan rasa, sehingga dengan rasamu itu kamu memiliki Cinta, dan kamu diarahkan oleh rasa itu untuk memilik ia, dan terimalah ia, terimalah dengan membantunya menemui kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmaninya.

Pria, tetap syukuri ciptaan Allah, karena kamu memiliki akal logika yang kuat, sehingga dengan akal logika kamu menemukan Cinta, dan kamu diarahkan oleh logikamu untuk memilih ia, dan terimalah ia, terimalah dengan membantunya menemui kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmaninya.


Bayangkan ketika orang yang ada didepan kalian pergi dan tidak bisa menerima rasa atau logika kalian, belajarlah bersyukur pada apa yang sudah diusahan orang lain untuk kita.

Semoga Allah senantiasa memperkaya kita dengan rasa sabar, hingga tiba waktu dimana saya atau KAMU memutuskan semua. Amin.


Supernova, Ruang Rindu...

Jumat, 28 Januari 2011

mata, hati dan cinta


Maaf, bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku memang bukan Siti Khadijah yang beruntung menjadi wanita Rasulullah, kian keikhlasannya pada harta dan tahta yang ia miliki, dan ia tak memperdulikan itu sehingga bangga menjadi istri Rasulullah SAW, asal kau tahu, Aku ingin memiliki peristiwa seperti wanita yang dicintai Rasulullah itu... bisa kah?


Maaf bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku memang bukan Aisyah yang beruntung menjadi wanita Rasulullah, kian kemanjaan dan kecerdasan yang ia miliki, dan ia tak memperdulikan menjadi istri kedua bahkan ia bangga menjadi istri Rasulullah SAW, asal kau tahu, aku ingin memiliki peristiwa seperti wanita yang dicintai Rasulullah itu... bisa kah?


dan, maaf bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku bukan seorang bintang dijagad raya ini, sehingga seribu bahkan jutaan mata melihatku dengan berbinar-binar dan kau dapat berbangga hati memilikiku... asal kau tahu, aku tidak ingin kau bangga padaku kerena itu... bisa kah?


Cukup... cukup dengan tatapan manja matamu padamu duhai kekasih, aku akan setegar Siti Khadijah, aku akan secerdas Aisyah dan aku akan selembut ummi... Tatapan mata seorang kekasih yang menghalalkanku karena cintanya pada sang Agung.



- Bapak dan Ibu ku mengajarkanku bagaimana mencintai manusia dengan hati, dengan air mata dan dengan sejemput doa. Kakak dan abangku mencontohkanku bagaimana mencintai manusia dengan senyum dan saling berbagi. Teman-temanku memperlihatkanku bagaimana mencintai manusia dengan ketulusan dan kesabaran. Dan aku akan menunggu pendidikan-pendidikan bagaimana mencintai manusia dengan cara-cara lain, cara-cara yang akan aku tulis kelak didalam diary rumah tangga kita, diary yang akan menjadi penuntun asmara kita, kata-kata yang akan terangkum dengan indah, menawarkan rasa rindu yang teramat dalam, dan menanam benih-benih syurga. -

Semua karena mata - hati - cinta yang bicara!

Selamat berbahagia saudariku...

Nova Fithra Sari, -RuangRindu-...

Kamis, 27 Januari 2011

SUPERNOVA

Salam...

Pada awalnya, supernova menjadi salah satu nickname saya memang sudah lama, saat saya masih duduk di bangku SMA, tapi saya tidak begitu memperdulikannya, malah saya terkenal dengan panggilan "noe". Akan tetapi, ada seorang teman di UUM (Universiti Utara Malaysia) memanggil saya dengan "Supernova" padahal kami belum saling mengenal jauh atau dapat dikatakan belum terbilang akrab, dan dia sudah berani-beraninya memanggil saya dengan "Supernova". hhhhmmmm.... Saya-pun tiba-tiba saja penasaran dan sedikit memikirkan, kenapa bisa ada yang panggil saya dengan sebutan itu. Daaannn, sebelum saya meminta penjelasannya, saya sudah terlanjur jatuh cinta dengana sebutannya itu "Supernova". ~anyway, thank you Bro!~

Waktupun datang dan dilengkapi dengan sebuah penjelasan mengenai apa maksud dia memanggil saya dengan "Supernova"... base on his explanation, "Sajeje" (red: pengen aja manggil gitu), wow, saya jadi makin penasaran (walau agak sedikit jadi lebay, harusnya biasa saja yah menanggapi panggilan-panggilan orang pada saya, tapi Guys, kali ini sangat membuat saya penasaran. heheheh... Ternyata tidak cukup sekali dua kali saya harus tanya apa maksudnya kawan saya panggil saya dengan "Supernova", daaannnnn hehehehhe, dapat juga jawabannya. "Ok, saya hanya melihat Nova datang dan sekolah di UUM sendiri, tak ada kawan dari Indonesia, sudah tu Nova perempuan, Sudah tu banyak assignments tapi Nova banyak senyum, sedang yang lain banyak masam mukanya, sudah tu nova beda saja dengan kawan-kawan dari Indonesia lainnya, sudah tu............ *banyak lagi, dan ga baik saya publish*". Ok, I've got the points. "Iam different with others".

Tidak sampai disitu saja, saya coba cari-cari makna "supernova" di eyang google.
"Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi lebih banyak dari nova. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut semula, beberapa minggu atau bulan sebelum suatu bintang mengalami supernova bintang tersebut akan melepaskan energi setara dengan energi matahari yang dilepaskan matahari seumur hidupnya, ledakan ini meruntuhkan sebagian besar material bintang pada kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya)dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang."[ http://id.wikipedia.org/wiki/Supernova]


(Tanda panah di bagian kanan menunjukkan bintang sebelum meledak)

Pada akhirnya, ketertarikan saya pada sebuah nama "Supernova" menjadi makin tinggi, hampir disetiap web atau keterangan nama yang dibutuhkan akan saya gunakan nama "Supernova" dan yaahh.... cukup terkenal juga nama itu kini dilingkungan UUM khususnya.
anyway, Thank you my Bro.

"semoga makna Nova Fithra Sari yang diberikan oleh kedua orang tua saya ada terlahir untuk menjadi supernova" Amin.

 
template by suckmylolly.com