
Sabtu, 29 Januari 2011
USAHA kah?

Diposting oleh Nova Fithra Sari di 05.49 0 komentar
Tuhan, Dimana jodoh saya?
hhhmmm, "Tuhan, dimana Jodoh saya?", mungkin itulah yang akan terlintas dalam pikiran kita para perempuan yang pekat perasaannya. dari 24 jam, kita hanya menghabiskan 2 jam untuk belajar dan sisanya memikirkan "dimana jodoh saya?". (Sama kah dengan yang kalian rasakan?) ^_^ Ketika sebuah rasa digembar gemborkan dalam sebuah pertengkaran antara adam dan hawa, baik yang sudah halal atau di"halal-halalkan" maka, 100% air mata menemani percekcokan itu. Tentunya, bukan pria yang meneteskan air mata, tapi si makhluk nan halus hatinya, kerap berdetak jantungnya ketika ia mengingat sang kekasih yang 0,001 persen berbeda dari biasanya, dan yang menghayalkan menjadi wanita satu-satunya yang akan dicintai seorang pria, menjadi istri yang dipuja-puja suaminya dan menjadi ibu yang tetap awet muda agar menjadi penguat pertahanan sebuah rumah tangga, bagi saya Kelak!!. Kembali, "Tuhan, dimana jodoh saya?". Entah saya yang bodoh menulis hal ini atau memang saya juga ikut bertanya, "Tuhan, dimana Jodoh saya?". Pernahkah membayangkan, Tuhan akan mengirimkan BBM atau SMS atau wall hanya untuk sekedar memberikan jawaban atas pertanyaan sebelumnya? Tidak semudah itu sepertinya, bukan berarti Tuhan menyulitkan. Yakinkan, bahwa Tuhan menginginkan kita sabar, ya...Sabar. "Inilah saya, apa adanya saya...", wahai pria, seberapa sering kalian mengungkapkan kata-kata itu pada wanita sebagai dalil yang sebenarnya kalian tidak ingin dipersulit sedikit saja, padahal harusnya kalian bisa duduk bersama memikirkan asa dan rasa hubungan kalian. ingat, itu hubungan kalian, bukan hubungan diri terhadap diri. atau "Kamu ga bisa ngertiin saya, kamu cuek, kamu keras kepala...", kali ini, coba saya belai sedikit para wanita untuk mengingat seberapa PD-nya kalian mengungkapkan kalimat diatas, padahal harusnya kalian bisa saja lebih dulu mengerti apa yang pria inginkan, beri pria perhatian dan ruang sebagai makhluk cuek. sekarang ada lagi... "Kamu harus dengar apa kata saya, saya ga suka kalau kamu berteman dengan dia..." wow... sebuah petunjuk bahwa pria mulai menggukan sifat kepemimpinannya, sayangnya kata "harus" tidak mencerminkan kepercayaan dan pemahaman atas "Manusia adalah makhluk sosial". "Kamu dimana, sama siapa, atau lagi apa, kok ga telp2 aku?" heheheh, hal inilah yang didominasi oleh kaum hawa, akui saja kalau wanita sering melakukan ini. hhhmmmm, ternyata serba salah... menjadi karakter yang cuek atau posesif akan berdampak tak indah pada hubungan, atau menginginkan dimengerti terus juga akan berakibat hubungan tidak timbal balik. Lantas apa yang harus dilakukan? Saya, disini bukan ingin menjadi penengah, saya menulis-pun bukan berdasarkan sumber yang omong kosong, saya berusaha meyakinkan diri saya bahwa pertanyaan itu tidak perlu lagi saya tanya pada Tuhan, itu sama saja saya tidak percaya pada janji Tuhan yaitu "Jodoh". kata-kata pria dan wanita diatas juga bukan sebuah kutipan sinetron Indonesia yang bisa di atur dengan sebuah skenario manusia, tapi saya yakin, diri saya, atau KAMU semua pernah melakukan itu. Saya tersadar, bahwa benar kata kakak saya "Kamu atau dia tidak bisa mengontrol perasaan kalian masing-masing atau sebaliknya, yang dapat mengontrol hanya yang menciptakan perasaan itu, maka serahkan pada yang memilikinya, biar Ia yang Maha Tahu yang mengaturnya, komposisi bumbunya, cara mengadonnya, besar kecil pemasaknya dan cara menyajikannya". Saya atau KAMU sampai kapanpun akan hanya ada dalam kata "Andai..." Pengandaian yang hanya membuat saya atau KAMU memiliki pemikiran yang negatif dan akhirnya menagis, menangisi hal yang tidak semestinya ditangisi. Saat ini, saya dan KAMU hanya bisa menjadi kepingan asa dan rasa. Menyadari wanita diciptakan dengan penuh perasaan dari ujung rambut hingga ujung kuku kaki, sedang Pria dengan kesungguhan logika. Bukan berati wanita terus menangisi kisah hidup sampai melupakan ibadah terpentingnya dalam hidup, yaitu menjadi wanita yang cemerlang dunia akhirat, sadari, kalau wanita cemerlang itu tak akan takut jodohnya lambat atau cepat, mungkin sebenarnya sudah banyak yang ingin mengkhitbahnya, tapi karena tertunduk malu, sang calon imam yang kurang iman kabur. Sedang pria, bukan berarti kalian dengan entengnya meninggalkan perkara-perkara kecil tanpa diperhatikan, sekecil apapun perkara itu butuh penuntasan, jangan biarkan bibit-bibit kesedihan akan berkembang biak menjadi malapetaka dihari nanti. 3 atau 10 tahun kita kenal dengan seseorang, bukan menjadi patokan dia paham kita atau sebaliknya. Pembuktiannya, tanya saja pada diri masing-masing. Hidup bukan sebuah permainan seperti playstation, yang bisa kita ulang kapan saja. Hidup butuh pilihan, Pilihan itulah yang akan menjadi konsekuensi. Wanita, tetap syukuri ciptaan Allah, karena kamu memiliki kepekaan rasa, sehingga dengan rasamu itu kamu memiliki Cinta, dan kamu diarahkan oleh rasa itu untuk memilik ia, dan terimalah ia, terimalah dengan membantunya menemui kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmaninya. Pria, tetap syukuri ciptaan Allah, karena kamu memiliki akal logika yang kuat, sehingga dengan akal logika kamu menemukan Cinta, dan kamu diarahkan oleh logikamu untuk memilih ia, dan terimalah ia, terimalah dengan membantunya menemui kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmaninya. Bayangkan ketika orang yang ada didepan kalian pergi dan tidak bisa menerima rasa atau logika kalian, belajarlah bersyukur pada apa yang sudah diusahan orang lain untuk kita. Semoga Allah senantiasa memperkaya kita dengan rasa sabar, hingga tiba waktu dimana saya atau KAMU memutuskan semua. Amin. Supernova, Ruang Rindu...
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 04.51 2 komentar
Jumat, 28 Januari 2011
mata, hati dan cinta
Maaf, bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku memang bukan Siti Khadijah yang beruntung menjadi wanita Rasulullah, kian keikhlasannya pada harta dan tahta yang ia miliki, dan ia tak memperdulikan itu sehingga bangga menjadi istri Rasulullah SAW, asal kau tahu, Aku ingin memiliki peristiwa seperti wanita yang dicintai Rasulullah itu... bisa kah?
Maaf bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku memang bukan Aisyah yang beruntung menjadi wanita Rasulullah, kian kemanjaan dan kecerdasan yang ia miliki, dan ia tak memperdulikan menjadi istri kedua bahkan ia bangga menjadi istri Rasulullah SAW, asal kau tahu, aku ingin memiliki peristiwa seperti wanita yang dicintai Rasulullah itu... bisa kah?
dan, maaf bila aku tidak sesempurna yang kau bayangkan... aku bukan seorang bintang dijagad raya ini, sehingga seribu bahkan jutaan mata melihatku dengan berbinar-binar dan kau dapat berbangga hati memilikiku... asal kau tahu, aku tidak ingin kau bangga padaku kerena itu... bisa kah?
Cukup... cukup dengan tatapan manja matamu padamu duhai kekasih, aku akan setegar Siti Khadijah, aku akan secerdas Aisyah dan aku akan selembut ummi... Tatapan mata seorang kekasih yang menghalalkanku karena cintanya pada sang Agung.

- Bapak dan Ibu ku mengajarkanku bagaimana mencintai manusia dengan hati, dengan air mata dan dengan sejemput doa. Kakak dan abangku mencontohkanku bagaimana mencintai manusia dengan senyum dan saling berbagi. Teman-temanku memperlihatkanku bagaimana mencintai manusia dengan ketulusan dan kesabaran. Dan aku akan menunggu pendidikan-pendidikan bagaimana mencintai manusia dengan cara-cara lain, cara-cara yang akan aku tulis kelak didalam diary rumah tangga kita, diary yang akan menjadi penuntun asmara kita, kata-kata yang akan terangkum dengan indah, menawarkan rasa rindu yang teramat dalam, dan menanam benih-benih syurga. -
Semua karena mata - hati - cinta yang bicara!
Selamat berbahagia saudariku...
Nova Fithra Sari, -RuangRindu-...
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 23.29 0 komentar
Kamis, 27 Januari 2011
SUPERNOVA
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 21.33 1 komentar
Sabtu, 22 Januari 2011
Amazing Thailand
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 00.21 0 komentar
Sabtu, 15 Januari 2011
Dear my Lovely
Dear Ayahanda Khairuddin dan Ibu Nurma, my lovely parent...
Diusia saya ini, bahkan mungkin hingga akhir h
ayat kelak, hidup memang tak selamanya mulus.. Saya tahu itu.
Ternyata, kalian memang benar,
Kita butuh batu kerikil supaya kita berhati-hati, Kita butuh semak berduri supaya kita waspada, kita butuh persimpangan supaya kita bij
aksana dalam memilih, kita butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan, kita butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan, kita butuh pengorbanan agar supaya kita tahu cara bekerja keras, kita butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati, kita butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai, kita butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur, kita butuh
senyum supaya kita tahu kita punya cinta, dan kita butuh orang lain supaya kita tahu bahwa kita tak sendiri.
Saya akan mencoba memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu ayah, Ibu...
Kalian memberikan gambaran berjuta rasa dan asa, pesan yang tersirat dari makna Ilahi yang kalian transformasikan kedalam realita kehidupan ini. Saya tak berhenti mengutip semua itu Ayah, Ibu...
yups, Do not think that I am weak, Stand up and reach all that I wanted too. I can do anything and everything. Bealive in mu self through Allah Azza Wajalla. All power is within me. I've it all that is requered to change the world around me.
Tak jarang pula ketika saya kedatangan tamu sebuah putus asa, kalian tetap menyadarkan saya. disaat saya terlelap oleh sebuah k
eberhasilan kalian mencoba mengingatkan saya pada sebuah sentilan, bahwa ini baru sebuah awal, belum akhir.
I try to believe in my self and my values, don't sell out when things go wrong. don't let anything get me down, always bounce
back up.
try to set goals for my future, never settle for less. After that, Realize that there are others in the world with much bigger problems than me.
Ayah, Ibu... Thank you... you always attend my life..
Saya sayang pada kalian, Jaga diri
baik-baik... seperti kalian menjaga saya saat saya tak kuasa menjaga diri saya sendiri.

Hormat saya,
Supernova. ^_^
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 08.43 0 komentar
Hobby = Hubby


Diposting oleh Nova Fithra Sari di 08.19 0 komentar
Selasa, 29 Juni 2010
Ku Peluk Sebuah Harapan Dari Sang Pemilik Hati
ada satu doa dalam hati yang kian selalu memantapkan hati pada setiap peristiwa untuk menghasilkan keputusan besar:
Ada kutipan yang menyentuh bagi saya dari seorang Suami penuh dengan Cinta, Bapak Habibie "Saya dan Ibu adalah manunggal, saat ini separuh hati saya hilang. Tapi saya yakini, bahwa saya dan Ibu tetap berada dalam kesaling pengertian dan kasih sayang, walau kami telah dipisahkan oleh dimensi yang berbeda. Cinta saya dan ibu adalah cinta yang tulus dan suci, karena kami telah jatuh cinta atas besarnya Cinta Allah SWT"
Hidup merupakan muara tarbiyah dengan mutiara hikmah yang bertebaran di pelataran cinta-Nya. Saatnya untuk mulai mendulang mutiara hikmah dalam hidup dan melihat pelajaran berharga dalam setiap peristiwa.
Terimakasih
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 21.58 0 komentar
Saya-pun Berusaha Menikmatinya
Yang perlu saya pahami adalah kesementaraan ini. Kesementaraan menunjukkan bahwa emosi-emosi itu bukanlah milik saya. Ia hanya sebuah tawaran dari alam yang menuntun tindakan dan sikap saya. Ia bukanlah saya. Saat gembira saya sadari kegembiraan itu. Saat sedih, saya-pun pahami kesedihan itu. Saat saya penuh dengan kesadaran akan emosi saya , saat itu saya bersentuhan dengan jiwa yang tenang milik saya.
Saya-pun mencoba menganalisis, apakah nama yang sedang saya rasakan itu?
mungkinkan itu Sabar? Saya juga belum paham, apakah teman-teman semua paham atas rasa itu?
(Gambar ini diperoleh dari internet)
Baiklah, sebut saja itu sejengkal dari yang dikatakan Sabar...
Saya mulai menganalogikan pada sebuah pohon besar yang mampu menahan terjangan badai karana memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menumbuhkan dan melatih kekuatan. Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya. Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindungi dari terpaan hujan. Dan begitulah saya sebagai manusia yang sama-sama diberi umur dan kesempatan untuk bersabar menanti hasil dari usaha saya, dan sayapun mulai memahami pabila saya menikmatinya, saya akan mendapatkan hasilnya dengan baik.
* Saya-pun masih berusaha untuk selalu menikmati setiap usaha yang saya lakukan, tidak mempermasalahkan apakah akan ada orang yang mengakui keberhasilan usaha yang telah saya lakukan atau tidak, bagi saya sudah sebuah prestasi besar pabila saya dapat menikmatinya dengan tetap berusaha lebih dan lebih. Semoga teman-teman jua merasakan kenikmatan itu.
Terimakasih
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 11.01 0 komentar
Jumat, 25 Juni 2010
Bukan Saya dan Bukan Mereka
(Foto ini diperoleh dari Internet)Pada akhirnya, saya paham, Nasihat Orang bijak mengenai:
Biarkan orang lain berdebat tentang hal-hal kecil, tetapi bukan saya. Biarkan orang lain mengeluh atas apa yang mungkin terjadi, tetapi bukan Saya. Biarkan orang lain menangisi kecil sakit, biarkan mereka putus asa, biarkan mereka menjadi dendam dan ingin membalas dendam, tetapi bukan saya. Biarkan orang lain meninggalkan masa depan mereka, dan menanggalkannya di tangan orang lain, biarkan mereka menjadi materialistis dan sombong, tetapi bukan saya. Biarkan orang lain tidak bersyukur dan berhenti berdoa, tapi tidak Saya! Biarkan orang lain menyerah, tetapi bukan Saya! Sekali lagi bukan Saya. Sebab disini saya tahu, siapa yang percaya dan yakin akan sesuatu, maka dia akan mampu.
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 20.34 2 komentar
Tidak hanya Film "Yes Man" tapi "Yes We Can"
Pertama saya harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. saya kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu saya menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri saya bahwa saya akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. saya punya motivasi dalam diri saya.
Setelah banyak berlatih akhirnya saya mengerti bagaimana keseimbangan diri saya, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Saya menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Saya akan berdiri dimana Saya suka – di tempat Saya, di sofa, di pangkuan ibu Saya, Bapak Saya, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Saya melakukannya! Saya dapat mengontrol diri Saya. Saya tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Saya. Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. Saya melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki Saya saat Anda berdiri, kan?
Salah – ternyata lebih kompleks daripada yang Saya bayangkan. Saya berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Saya terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Saya tahu bagaimana berjalan. Saya selalu ingin kedua tangan Saya diberi pegangan saat berjalan.
Jika orang melihat Saya berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, “Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan”. “Oh anakku sudah bisa berdiri”. “pandainya anakku, pintarnya anakku” dan lain-lain. Dorongan ini memicu Saya; dorongan itu menambah rasa percaya diri Saya. Dorongan itu memotivasi Saya.
Namun meski begitu, Andapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat Saya, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, Saya berlatih untuk berjalan. Saya tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi Saya untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Saya belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri.
Jika kita bisa mengingat hal ini tentang diri kita di hari ini.
Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.
Jika Saya sudah lupa bagaimana melakukan hal ini, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang. Maka Saya membutuhkan motivasi, maka saya akan mengambil kembali perjalanan singkat dalam hidup Saya yang telah lewat – Lihatlah prestasi Saya, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil – atau saat-saat dimana Saya bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat Saya menghadapi permasalahan yang sedang Saya hadapi.
Fokus pada semua hal yang Saya pikir Saya tidak bisa lakukan, kemudian saya melakukannya.
Sekarang kita harus percaya pada diri kita! Yakinkan pada hati kita Bahwa kita pasti bisa.
*Berharap tulisan ini dapat menambah motivasi saya dan membantu teman-teman untuk meraih rasa percaya akan kemampuan diri memperoleh motivasi diri, saya-pun sedang mencobanya selalu.
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 14.13 0 komentar
E-mail Tentang Jawaban Hati
Salam...
Malam ini, untuk yang kesekian kalinya saya mendapatkan e-mail dari seorang sahabat yang sedang bertanya-tanya mengenai "simbol" dari agama yang "kami" anut (Islam). "Pernahkah kamu menduga Va, bahwa mereka wanita muslimah, sadar, mengapa mereka berjilbab? Sesungguhnya realita menunjukkan bahwa mereka pada umumnya memandang jilbab hanya sebatas adat istiadat yang mereka warisi dari orang tua mereka dan sebagai bakti kepada keduanya yang menyuruhnya. Oleh karena itu sebagai warisan dan adat istiadat suci, maka harus dijaga dan dilestarikan. Lantas, apa alasanmu menggunakan "simbol" itu?", demikianlah e-mail singkat yang dikirimnya pada pukul 1.45 wib dini hari.
Pertanyaan Sahabatku itu memang membuat saya sedikit ragu untuk menjawabnya, akan tetapi saya sadar bahwa pertanyaan itu muncul dari kritisasi hati dan pikiran Sahabat itu, dan saya-pun harus menjawabnya dengan kedalaman hati dan pikiran yang jernih, yah... tanya pada hati kembali. Maka Alhamdulilla, saya berhasil menjawabnya dengan substansi e-mail yang telah saya kirimkan seperti dibawah ini
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Semoga Sahabat memahami jawabanku, bahwa pabila jilbab adalah salah satu bentuk dari perjanjian dan persetujuan suatu adat, maka adat tersebut menjadi promotor keberkahan wanita muslimah. Disini, Semoga saya-pun dapat memetik hikmah dari pertanyaan sederhana akan tetapi penuh dengan makna tersebut.
Terimakasih Sahabat Maya-ku...
Wassalam,
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 12.56 0 komentar
Let me tell a woman
Well,
I try to describe a woman which is covered in her figure as a woman, mother, and wife. As we know is an interesting topic to be discussed since the previous time until today. Do you know why?... because woman has her own uniqueness. There are many vagaries which are difficult to understand. Besides, she has some secret paths in her personality. Basically, woman is completed with feeling and emotional that are different with a man. The woman’s sincerity usually, will be reflected in her behavior and action. These wonderful spells are able to crush man’s heart completely.
To be a perfect woman in this modern era is not easy. Since there are many challenges that should be faced by woman its better for her to have a good model in her life. Moreover a woman will be seen as a complete woman if she has faithful, obedience, and purity.
God has given his belief to woman to carry out a holy task such as give birth babies, and take care of them, remember Audience!! The execution of next generation is in woman’s hand. Or in another word, we can say that “woman is a pillars of state”. Well, talking about women will guide our mind to see them, more real. Woman is not only created to satisfy man’s sexuality, but they are also reserved to have good ability in doing many actions. Actually, value and status are not determined from beauty but from morality and personality. And also identity of woman can be signed with bodily identity and spiritual identity.
The woman in this era reserve more selective on read of era. Because of woman figure more loosing and life aspect follow the current of globalization era that attack this world. A woman be a woman, a woman was born from a woman. Thinking about that!!!. And than woman also can be business woman. Because of emancipation demand or economic demand. But is not a woman obligation to find money.
Finally, a woman are woman should be a mother, woman should be a wife, and woman should be her self. I think that all my words, and I have message for you all, that:
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 10.17 0 komentar
Minggu, 11 Januari 2009
HIGHSCHOOL
I have good friends in High School, we are join a OSIS. till now, we usually hang-out or make a event together. every news about our school, we know it. They are so friendly and care. Always make to comfort and be solving problem. if we meet, we usually tell about anything, like gossip or our activities. one of my good friend be a Actor. he has still responsibility for always try to fall in. I proud of our relation. there 3 person was merried. have children. I hope, we can keep it relation till the end, Amin.
oh ya, we have nick name for call one by one.
ex:
- Me : Bunda
- Dhika : Ayah
- Mathius : Mathew
- Aji : AA
- Nita : Nitnul
- Retno : Nona
- Indah : Mami
- Ayu : Tante
we so respect with our religious diferent. Like Aaron and Mathew are cristian.
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 17.45 0 komentar
Sabtu, 10 Januari 2009
He Is a nice Boy
.jpg)
Doddy Wiraseto, I meet him when I first grade in our Campus. for first time, I think he is cool, don`t care, and misterius person. and all my predicteble is false. Doddy is a nice friend, care, and charming. heheheheh
Doddy is my best friend, so many people jealouse with our relation. everyday, I call him, and want to know about the new news..sometimes, Doddy is make me angry, he has bad character is forgeter ( pelupa). if he borrow something to me, he always forgeten for back again.
even Doddy always make me angry, I like him, I need him, He is nice boy, good friend and caring to me.
we hope, we will graduate our college together. Amin.
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 08.34 3 komentar
Bad Service
Bus way and train has bad service. based on my experience used that transportations.
FRist...
On last Tuesday, I went to Setia Budi by Bus way with my friends ( ayu, Doddy, and Hadi ). I through busway staircase with be carefully, because the busway staircase is was broken. I bought ticket with Rp.3.500,-. I wait the bus till more 30 minutes... when the bus come, so many people on the bus.
Second...
On next day, I went to new station Depok from kota station with my Mom. I bouhgt ticket with Rp.8.000,-/person for express train. I wait the train till 1 hour, the employee said to me, the train in 10 strip till 12 strip. so, when the train come in 12 strip, I think that our train. and its false..
The points are:
- we have bad service for public transportations
- even the cost is cheap, its still bad service
- the employee is bad, they don`t care about the user that transportation, is mustly, they are have responsibility.
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 07.27 0 komentar
Minggu, 04 Januari 2009
I Love U Mom..
9 bulan, waktu yang tidak sebentar untuk mempertahankan nyawa suci yang akan kemudian terlahir menjadi sosok yang menggemaskan, cerdas dan sehat. itulah harapan kedua ibuku saat aku menangis untuk yang pertama kalinya di dunia. 20 tahun yang lalu, ibuku giat memjadikan aku anak yang selalu berbakti dan selalu tawadhu, dengan cara apapun, dengan kerja keras yang luar biasanya, aku bisa seperti ini. menjadi wujud yang luar biasa ( aku selalu mencoba bersyukur dengan apa yang telah dianugrahkan Allah ). Rasa syukurku tidak hanya pada apa yang telah Allah berikan padaku, tapi syukurku pada Ibu yang Luar Biasa. Ibu yang bersedia merantaukan diri untuk ikut dengan bapak ke Jakarta, mengadu nasib di ibukota ini, dengan kepercayaan yang penuh untuk membesarkan anak-anaknya, termasuk diriku. Luar Biasa.
Ibuku bukan siapa-siapa, bukan keturunan ningrat, dan bukan keturunan tokoh besar yang bisa saja dengan mudahnya berekspresi dimana saja. Ibuku adalah ibu yang gigih sejak ia kecil, cerdas, dan religius. Ibu satu-satunya anak dari kakekku yang bersekolah sampai taman SMA di sebuah kampung kecil. dan aku tidak pernah malu bila teman-temanku membanggakan ibunya yang lulusan luar negri atau memiliki deretan title pada namanya. karena aku yakin, tanpa itupun, kemampuan ibuku sama dengan mereka, bahkan lebih dari mereka.
Apapun yang diinginkanku, ibuku selalu berusaha merealisasikannya, alasan ibuku dewasa sekali, "Biar Ova nyaman belajarnya, Biar jadi yang terbaik"..itulah yang membuat aku nyaman didampingi ibuku kemana-mana. aku diberikan kepercayaan yang begitu besar untuk menghadapi problema hidup, mandiri, buat keputusan sendiri, dengan berpikir bijak. aku tumbuh dewasa. aku hidup dengan nyaman, walau masalah tidak berhenti ( masalah itu = lingkaran setan = kalau aku kabur ) ibuku membuat aku menjadi wanita yang luar biasa, dan ia menjadi inspirasi jiwa.
I Love you Mom, I will give you the better, I believed, you always bless me, proud of me, and keep me from everything. Mom, if I have a happiness, I will give you more happiness. because of you I can to be like this. I will make you to comfort and always happy, because I LOVE YOU, Mom...
Forever...
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 17.57 0 komentar
Tahun baru 2009
Yes!!!... I have good story for new year night.
(oh ya, BIARKAN SAYA TETAP MENULIS INI, WALAU SUDAH LEWAT TAHUN BARUNYA)
In the afternoon, I went to campus for get my exam card. I have agreement with mas Edwin for to go to his home. in the evening, I meet him. in his home, I do my last project (SKRIPSI) alone, and he just looking for his books.
in the night, me and his family went to his aunt in Pondok Kopi. in there, I meet his big family, they are nice and welcome to me. I eat some foods and just drank miniral water. I cant drink coke. we are enjoyed that night, many fireforks in the sky, so beautiful.
everyone say "HAPPY NEW YEAR 2009"..
I have some resolutions too, like another people. I hope, I can finish my last project this year on Januari. I hope, I can be better woman. I hope, I get new amazing experiences. I hope, I can make my lovely family and friends smille and love me. Amin..
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 06.56 1 komentar
Sabtu, 03 Januari 2009
I Love Travelling
NICE..... Lombok, Bali, Surabaya, Malang, dan Jogyakarta.
Nice holiday and trip...
together with my Mom and her friends, I went to beautiful place (LOMBOK,BALI,SURABAYA,MALANG, and YOGYAKARTA). Our trip from Desember 16 till Desember 24 2008.
our trip take four Buses and some Ships for across the sea...
that trip is make me tired, because we take land transportation. but, I always make to comfort and happy, and then I can enjoyed that trip.
two days In Lombok , I went to Sasak a quarter, to know about their traditions, went to Kuta beach, to Pure Linsan tour Park, to Armada Park, shoping in pearl market and at nigth we take a rest in Nusantara Public Building.
three days In Bali, I think Bali is BULE CITY, it is because so many forengers in there. Bali have many entertaint place. first night in Bali, I looked for food with my Mom and her friends and we take a car rental. we stayed in Griya Park Sari Hotel. and the next day, I wacthed Barong perfomence and buyed traditional gift in the same place (sorry_Iam forget the place name), I also went to Tampak Siring, Shoping in Joger, went to Kute Beach. and to closed this trip in that day with dinner in Jangkrik market. on the next day, we are went to continent Tanjung to looking for big turtles, snake, eagle, and the one scarce bird (forget the name_again_damn!!), for to go to there, we take a motor boat. after that place, we are shoping in Sukowati market, and we went to legian street.
on the next day, we went to Bromo mountain looking for sunrise, Bromo have cool temperature, so I wear three swethers, handcase, and scraft. in there, I meet Daniel (as VJ on Mtv), after that we went to Kawi Mountain. went to Apple Argo tour in Malang, take some apples. we take a rest in Surya Indah Hotel, and Iam so happy, because the hotel is neighboar with Batu Night spectaculer (in Jakarta we called DUFAN), and this BNS opened at eight till tweleve O'clock on the night. so I and my mom friends son`s have fun in there.
on the next day, our trip is Yogyakarta, in there I take a spot (Bacak) looking for Malioboro. amazing, Jogya have Bus way, it is different with Jakarta`s bus way. Jakarta`s Bus way is bigger than yogyakarta`s bus way.
This is my first trip to there. I will remember this trip, I have many new friends, and learned about anything. And the important value, I Love my Mom the more. and of course, I know about history the more and have a new experiences.
for the first, Thanks ALLAH SWT, given me time
Thank you so much to My English Teacher in EF, have given me absent in her class.
Thank you so much to my exhibition class in University, have given me absent in her class too.
Thank you so much to Mrs. Harto (My Mom`s friend), have given me opportunity to get a nice trip.
Thank you so Much to My family....
Now, I have a new sweet memories because I always take many pictures in everywhere..
(if there want to know my some pictures trip, you can see in my facebook: fithra_online2311@yahoo.com)
thank you
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 08.12 0 komentar
My Style
Hi,
This is a homework from Ayu...She is my nice friend. hhhmmm, about last mounth she given me this homework. and now I wanna making a story or describing my Style to everyone, and ofcourse to AYU...
I wear glases from Junior School, but when I be a University Student I often wear soft lense, and I have two colours are brown and transparant (is it colour too??).
I ussualy take public transportation (ANGKOT) for to go to everywhere (If I go to self). My campus is so far from my home, about one half hours. but, if I feel so tired and have much money, I take Taxi.
hmmmm, I think this is enough for describing my style, I wear anything depand of my mood.
And this is three Pictures of my style...
.jpg)
Diposting oleh Nova Fithra Sari di 07.00 0 komentar





